7 Sistem Peradaban Tiongkok Kuno

Posted on
7 Unsur Kebudayaan Peradaban Tiongkok Kuno – Sejarah dunia tidak akan lepas dari peradaban, tak lepas pula dengan kebudayaan. Karena intinya kebudayaan akan selalu mengikuti kehidupan insan di dunia ini. Secara umum keduanya hampir mirip, tapi sebetulnya mempunyai makna yang berbeda. Setiap kebudayaan selalu melahirkan peradaban, begitu pula peradaban akan lahir dari kebudayaan.

Rasanya di dunia ini tak ada insan yang tak berbudaya. Lihatlah di sekitar anda bukankah tak ada insan yang hidup sendirian? Karena intinya insan yaitu makhluk sosial. Sekelompok insan yang hidup berkelompok dan alhasil membentuk sebuah masyarakat pastilah melahirkan sebuah kebudayaan baru, kebudayaan tersebut bermetamorfosis peradaban baru.

Kembali pada judul di atas, bahwa kebudayaan peradaban masyarakat Tiongkok kuno yang akan kami sampaikan di sini ada 7 sistem, yaitu: sistem bahasa, sistem ilmu pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem teknologi, sistem mata pencaharian, sistem teligi, dan sistem kesenian. Adapun klarifikasi panjang lebar mengenai unsur-unsur tersebut yaitu sebagai berikut:

 Unsur Kebudayaan Peradaban Tiongkok Kuno 7 Sistem Peradaban Tiongkok Kuno

1. Bahasa
Bahasa yang dipakai masyarakat Tiongkok kuno di banyak sekali wilayah berbeda-beda sehingga orang chin dari satu provinsi tidak sanggup berkomunikasi dengan orang Tiongkok dari provinsi lain. Untuk memepuk rasa persatuan dan rasa persaudaraan, pada permulaan kala ke-20 dikembangkan pemakaian bahasa persatuan yaitu, bahasa Kuo-Yu.

  • Pada masa Dinasti Qin ditetapkan keseragaman sistem bahasa dan tulisan
  • Masyarakat Tiongkok sudah mengenal tulisan, yaitu goresan pena gambar
  • Pada masa Dinasti Han, karya sastra mengalami perkembangan yang pesat di Tiongkok. Ajaran filsafat mulai dibukukan.

2. Sistem Ilmu Pengetahuan

Sistem ilmu pengetahuan masyarakat Tiongkok kuno yaitu sebagai berikut:

  • Pada masa Dinasti Shang, terdapat pengetahuan dalam ketrampilan berperang
  • Pada masa Dinasti Han, terdapat Seismograf yang pertama (alat pencatat getaran bumi di waktu terjadi gempa)
  • Pada masa Dinasti Han, terdapat Gnomon (alat penunjuk kedudukan matahari untuk mengetahui waktu)
  • Pada masa Dinasti Han, sudah mengenal sistem pengawetan mayat.
  • Masyarakat Tiongkok kuno memeliki banyak hebat ilmu astronomi, sehingga muncul dan berkembang sistem penanggalan.

3. Sistem Organisasi sosial
Sistem organisasi masyarakat Tiongkok kuno yaitu sebagai berikut:

  • Dalam perjalanan sejarahnya, ada dua sistem pemerintah yang pernah dianut dalam kehidupan kenegaraan Tiongkok kuno, yaitu sistem pemerintahan Feodal dan sistem pemerintahan Unitaris.
  • Sejak dulu, masyarakat Tiongkok hidup dalam suatu klan. Di Cina, klan terdiri atas para darah biru yang mempunyai tentara sendiri, sehingga klan yang berpengaruh akan menjadi penguasa dalam dinasti.
  • Pada masa Dinasti Chou dan Han, para darah biru mendapatkan kedudukan istimewa dalam pemerintahan dan masyarakat. Kekuasaan di daerah-daerah diserahkan kepada bangsawan.

4. Sistem Teknologi
Sistem teknologi masyarakat Tiongkok kuno yaitu sebagai berikut:
  • Pada masa Dinasti Shang, pertanian telah memakai sistem pengairan dan astronomi
  • Pada masa Dinasti Han, kepandaian menciptakan kertas dari kulit kayu dan kain-kain tua
  • Pada masa Dinasti Shang, sudah bisa menciptakan senjata dan peralatan dari perunggu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya : lonceng, pisau, dan ember ritual.
  • Di wilayah Tiongkok, orang-orang bisa mengolah barang-barang tambang untuk memenuahi kebutuhan masyarakat, terutama perhiasan, perabotan rumah tangga, alat-alat senjata dan lainnya.
Baca Juga :   Sejarah Perkembangan Buku di Dunia dan Indonesia

5. Sistem Mata Pencaharian
Sistem mata pencaharian masyarakat Tiongkok kuno yaitu sebagai berikut:
  • Pertanian Tiongkok kuno sudah dikenal semenjak jaman neolitikum (5000 SM). Tanaman pangan utama yang di usahakan yaitu padi, buah-buahan, kacang-kacangan, sayur mayur dan lain lain.
  • Pada masa dinasti Qin sistem pertanian mengalamai kemajuan alasannya sudah mengenal pupuk dan irigasi tertata dengan baik.

6. Sistem Religi
Sistem kepercayaan masyarakat Tiongkok berdasarkan ajaran-ajaran filsafat, pemikiran filsafat Tiongkok mengajarkan tata cara hidup bertuhan, bernegara, bermasyarakat dan berkeluarga. Para filsuf yang menawarkan dasar kepada sistem kepercayaan di Tiongkok yaitu:

a. Kong Fu-Tse (551-479 SM)
Ajaran yang dibawa yaitu Kongfusianisme. Ajaran ini berkisar pada dilema pemerintahan dan keluarga. Menurut Kong Fu Tse, masyarakat terdiri atas keluarga-keluarga. Ini merupakan prinsip keseimbangan hidup dan penempatan fungsi serta kedudukan setiap orang dalam hidup bernegara dan bermasyarakat.

b. Lao Tse (605-531 SM)
Ajaran yang di bawa disebut Taoisme. Inti dari pemikiran ini bahwa orang harus mengikuti jalan (Tao) berdasarkan alam dan menolak kehidupan duniawi. Oleh alasannya itu, penganut Taoisme harus sanggup memikul penderitaan dengan hati yang tabah dalam keadaan bagaimanapun.

Baca Juga :   Sejarah Berdirinya Menara Eiffel
c. Meng Tse (372-289 SM)
Ajaran yang dibawa Meng Tse menyampaikan bahwa intinya semua insan itu baik. Manusia mempunyai sifat jahat alasannya terbentuk oleh pemerintahan yang jelek dan kacau. Menurutnya, rakyat berhak memberontak dan menumbangkan pemerintahan yang ada seandainya kaisar tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.

d. Percaya Kepada Dewa
Sebelum Kong Fu-Tse dan Meng-Tse membuatkan ajarannya, bangsa Tiongkok percaya terhadap para dewa. Memreka memuja dan menganggap dewa-dewa mempunyai kekuatan alam. Dewa-dewa yang mendapatkan pemujaan tinggi yaitu :
  • Feng-pa (dewa angin)
  • Lei-Shih (dewa angin taufan)
  • T’ai Shan (dewa penguasa bukit suci)
  • Ho-po (diberi sesajen oleh pendeta wanita dengan mempersembahkan gadis jelita)

e. Upacara Religi
  • Pada masa Dinasti Qin, dalam upacara keagamaan menggunaan bejana, guci, mangkok, dan giok. Hal ini dianggap supaya mereka bisa hidup kekal.
  • Pada masa Dinasti Han, sudah dikenal tata cara pemakaman yang memakai kerikil giok.
  • Pada dasar nya Pandangan Berfikir orang Cina selalu mengembalikan hakekat keharmonisan antara kehidupan “langit” (alam gaib) dan kehidupan di bumi (Alam Dunia Nyata). Mereka percaya bahwa alam semesta ini sebagai jawaban dari inkarnasi kekuatan alam. Alam di kuasai oleh spirit spirit yang kekuatannya luar biasa. Menurut dasar pikiran orang Cina, seluruh fenomena alam dapar di bagi menjadi dua pembagian terstruktur mengenai yaitu “Yin” dan “yang”  yang Berarti Positif dan Negatif. Dalam Kehidupan orang  Cina ada tiga pemikiran yang mereka anut yaitu : Taoisme, Konfucianisme, dan Buddha yang suka disebut juga Tridharma.

7. Sistem kesenian
Sistem kesenian masyarakat Tiongkok kuno yaitu sebagai berikut:
a. Pada masa Dinasti Shang, Ketrampilan menciptakan barang-barang perunggu
b. Pada masa Dinasti Shang, adanya tradisi pembuatan kramik dan sutra
c. Pada masa Dinasti Qin, terdapat peninggalan budaya tertinggi yaitu tembok besar Tiongkok yang mempunyai panjang 2430 km, lebar 8 meter dan tinggi mencapai 16 meter.
d. Pada  masa Dinasti Qin, sudah mempunyai ketrampilan teknik menciptakan patung yang sangat tinggi, hal ini dibuktikan dnegan ditemukannya :
  • Liang-liang di sekitar makam kaisar pertama Tiongkok yang dipenhi ribuan prajurit Terakota
  • Patung penjaga Qin Shi Huangdi berbentuk antara lain : pasukan berkuda, pasukan berkereta dan pasukan infanteri
  • Ditemukan patung pemanah seukuran manusia
e. Pada masa Dinasti Qin, sudah memahami beberapa teknik ukir yang rumit. Seni bangunan yang berkembang pada Tiongkok kuno menghasilkan banyak bangunan yang populer diantaranya Tembok besar Tiongkok, Kuil, dan Istana.

Baca Juga :   47 Fakta Sejarah Dunia Yang Disembunyikan

Demikian 7 Sistem Peradaban Tiongkok Kuno, semoga menjadi catatan sejarah dunia.

Bca juga: 3 Kerajaan Peradaban Mesir Kuno