Profil Provinsi Sumatera Selatan

Posted on
Profil Provinsi Sumatera Selatan – Sumatera Selatan ialah sebuah provinsi di Indonesia, terletak di Pulau Sumatera serpihan selatan, dengan ibukotanya Palembang. Provinsi Sumatera Selatan kaya akan sumber daya alam, terutama minyak bumi, kerikil bara dan gas alam. Sejak zaman sejarah Sumatera Selatan sudah terkenal, terutama Palembang, sebab di sanalah sentra Kerajaan Sriwijaya berdiri.

Provinsi Sumatera Selatan berbatasan eksklusif dengan provinsi beberapa provinsi lainnya di Sumatera, yaitu:

  • sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi
  • sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kep. Bangka-Belitung.
  • sebelah selatan berbatasan dengan provinsi Lampung
  • sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Sumatera Selatan mempunyai tempat wisata menarik, antara lain Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan masih banyak lagi. Karena semenjak zaman Kerajaan Sriwijaya telah menjadi sentra perdagangan, hal ini bisa mempengaruhi kebudayaan masyarakatnya.

Agar lebih terang di bawah ini kami rangkum Profil Provinsi Sumatera Selatan:
  • Nama Resmi: Provinsi Sumatera Selatan
  • Ibukota: Palembang
  • Luas Wilayah: 91.592,43 Km2 *)
  • Jumlah Penduduk: 8.043.093 Jiwa *)
  • Suku Bangsa: Palembang, Komering, Pasemah, Ranau, Semendo dll.
  • Agama: Islam: 96 %, Kristen: 1,7 %, Budha: 1,8 %, ain-lain: 0,5 %
  • Wilayah Administrasi: Kab.: 13, Kota.: 4, Kec.:231,  Kel.:377,  Desa : 2.817  *)
  • Lagu Daerah: Dek Sangke
  • Website: http://www.sumselprov.go.id

Sumber : Permendagri Nomor 39 Tahun 2015
Sejarah Provinsi Sumatera Selatan
Sumatera Selatan atau pulau Sumatera serpihan selatan yang dikenal sebagai provinsi Sumatera Selatan didirikan pada tanggal 12 September 1950 yang awalnya meliputi tempat Jambi, Bengkulu, Lampung, dan kepulauan Bangka Belitung dan keempat wilayah yang terakhir disebutkan kemudian masing-masing menjadi wilayah provinsi tersendiri akan tetapi mempunyai akar budaya bahasa dari keluarga yang sama yakni bahasa Austronesia proto bahasa Melayu dengan pembagian tempat bahasa dan logat antara lain mirip Palembang, Ogan, Komering, Musi, Lematang dan masih banyak bahasa lainnya.
Menurut sumber antropologi disebutkan bahwa asal ajakan insan Sumatera serpihan selatan sanggup ditelusuri mulai dari zaman paleolitikum dengan adanya benda-benda zaman paleolitikum pada beberapa wilayah antara lain kini dikenal sebagai Kabupaten Lahat, Kabupaten Sarolangun Bangko, Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Tanjung Karang yakni desa Bengamas lereng utara pergunungan Gumai, di dasar (cabang dari Sungai Musi) sungai Saling, sungai Kikim kemudian di desa Tiangko Panjang (Gua Tiangko Panjang) dan desa Padang Bidu atau tempat Podok Salabe serta inovasi di Kalianda dan Kedaton dimana sanggup ditemui tradisi yang berasal dari acheulean yang bermigrasi melalui sungai Mekong yang merupakan serpihan dari bangsa Monk Khmer.
Provinsi Sumatera Selatan semenjak berabad yang kemudian dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada kurun ke-7 hingga kurun ke-12 Masehi wilayah ini merupakan sentra kerajaan Sriwijaya yang juga populer dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan hingga ke Madagaskar di Benua Afrika.
Sejak kurun ke-13 hingga kurun ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi tempat tak bertuan dan bersarangnya bajak maritim dari Mancanegara terutama dari negeri China.
Logo Provinsi Sumatera Selatan
Seperti kebanyakan logo provinsi di Pulau Sumatera, logo Sumatera Selatan juga didominasi warna hijau. Gambar logo tersebut mirip gambar di bawah ini:

 Sumatera Selatan ialah sebuah provinsi di Indonesia Profil Provinsi Sumatera Selatan


Arti Logo Provinsi Sumatera Selatan
Lambang Sumatera Selatan berbentuk perisai bersudut lima. Di dalamnya terdapat lukisan bunga teratai, batang hari sembilan, jembatan Ampera, dan gunung serta di atasnya terdapat atap rumah khas Sumatera Selatan.
Logo di atas mempunyai arti atau makna yang mencerminkan falsafah kehidupan masyarakat Sumsel, selengkapnya sebagai berikut:

  • Bunga teratai berkelopak lima berarti keberanian dan keadilan menurut Pancasila.
  • Batang hari sembilan ialah nama lain provinsi Sumatera Selatan yang mempunyai sembilan sungai.
  • Jembatan Ampera merupakan ciri yang menjadi pujian masyarakat Sumatera Selatan.
  • Gunung mempunyai makna tempat pegunungan yang banyak terdapat di Sumatera Selatan.
  • Atap khas Sumatera Selatan yang berujung 17 dan 8 garis genting dan 45 buah genting merupakan simbol kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945
Baca Juga :   Profil Provinsi Aceh
Kebudayaan Sumatera Selatan
Sumatera Selatan ialah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di serpihan selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, mirip minyak bumu dan gas alam dan kerikil bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah populer semenjak dahulu sebab menjadi sentra Kerajaan Sriwijaya.
Di samping itu, provinsi ini banyak mempunyai tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi mirip Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena semenjak dahulu telah menjadi sentra perdagangan, secara tidak eksklusif ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat bermacam-macam mirip pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.
Seni Tari
Seni Tari sanggup membuktikan ciri khas suatu tempat demikian juga Kota Palembangmemiliki banyak sekali tarian baik trandisional maupun modern yang merupakan hasil kreasi dari seniman local
Tari Gending Sriwijaya 
Tari ini ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu agung mirip kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-tamu agung lainnya. Tari Gending Sriwijaya Hampir sama dengan tari Tanggai, perbedaannya terletak pada penggunaan tari jumlah penari dan perlengkapan busana yang dipakai. Penari Gending Sriwijaya seluruhnya
Tari Tanggai
Tari tanggai dibawakan pada ketika menyambut tamu-tamu resmi atau dalam program pernikahan. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan menggunakan pakaian khas tempat mirip kaian songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana khas tempat para penari kelihatan bagus dengan busana khas daerah. Tarian menggambarkan masyarakat palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta mengasihi tamau yang berkunjung ke daerahnya
Tari Tenun Songket
Tari ini menggambarkan acara terpelajar balig cukup akal putri khususnya dan para ibu rumah tangga di Palembang pada umumya memanfaatkan waktu luang dengan menenun songket
Tari Rodat Cempako
Tari ini merupakan tari rakyat bernafaskan islam. Gerak dasar tari ini diambil dari Negara asalnya Timur Tengah, mirip halnya dengan tari Dana Japin dan Tari Rodat Cempako sangat dinamis dan lincah
Tari Mejeng Besuko
Tari ini melukiskan kesukariaan para terpelajar balig cukup akal dalam suatu pertemuan mereka .Mereka bersenda gurau mengajuk hati lawan jenisnya. Bahkan tidak jarang diantara mereka ada yang jatuh hati dan menemukan jodohnya melalui pertemuan mirip ini
Tari Madik (Nindai)
Masyarakat Palembang mempunyai kebiasaan apabila akan menentukan calon, orang bau tanah laki-laki terlebih dahulu dating kerumah seorang perempuan dengan maksud melihat dan menilai (madik dan nindai) gadis yang dimaksud. Hal yang dinilai atau ditindai itu, antara lain kepribadiannya serta kehidupan keluarganya sehari-hari. Dengan penindaian itu dibutuhkan bahwa apabila si gadis dijadikan menantu beliau tidak akan mengecewakan dan kehidupan mereka akan berjalan langgeng sesuai dengan keinginan pihak keluarga mempelai pria
Dul Muluk
Dul muluk ialah salah satu kesenian tradisional yang ada di Sumatera Selatan biasanya seni Dul Muluk ini dipentaskan pada program yang bersifat menghibur, mirip pada program : janji nikah pergelaran tradisional dan panggung hiburan
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan
Rumah Limas merupakan prototype rumah tradisional Palembang, selain ditandai denagn atapnya yang berbentuk limas, rumah limas ini mempunyai ciri-ciri:
  • Atapnya berbentuk Limas
  • Badan rumah berdinding papan, dengan pembagian ruangan yang telah ditetapkan (standard) bertingkat-tingkat.(Kijing).
  • Keseluruhan atap dan dinding serta lantai rumah bertopang di atas tiang-tiang yang tertanam di tanah.
  • Mempunyai ornamen dan tabrakan yang menampilkan kharisma dan identitas rumah tersebut Kebanyakan rumah Limas luasnya mencapai 400 hingga 1.000 meter persegi atau lebih, yang didirikan di atas tiang-tiang kayu Onglen dan untuk rangka digunakan kayu tembesu Pengaruh Islam nampak pada ornamen maupun tabrakan yang terdapat pada rumah limas.
  • Simbas (Platy Cerium Coronarium) menjadi symbol utama dalam tabrakan tersebut. Filosofi tempat tertinggi ialah suci dan terhormat terdapat pada arsitektur rumah limas.
Baca Juga :   Sejarah Awal Berdiri Kota Lampung

Ruang utama dianggap terhormat adalh ruang gajah (bahasa kawi= balairung) terletak ditingkat teratas dan sempurna di bawah atap limas yang di topang oleh Alang Sunan dan Sako Sunan.
Diruang gajah terdapat Amben (Balai/tempat Musyawarah) yang terletak tinggi dari ruang gajah (+/- 75 cm). Ruangan ini merupakan sentra dari Rumah Limas baik untuk adat, kehidupan serta dekorasi. sebagai pembatas ruang terdapat lemari yang dihiasi sehingga show/etlege dari kekayaan pemiliki rumah.
Pangkeng (bilik tidur) terdapat dinding rumah, baik dikanan maupun dikiri. Untuk memasuki bilik atau Pangkeng ini, kita harus melalui dampar (kotak) yang terletak di pintu yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan rumah tangga. Pada ruang belakang dari segala terdapat pawon (dapur) yang lantainya sama tingkat dengan lantai Gegajah tetapi tidak lagi dibawah naungan atap pisang sesisir.
Dengan bentuk ruangan dan lantai berkijing-kijing tersebut, maka rumah Limas ialah rumah secara alami mengatur keprotokolan yang rapi, tempat duduk para tamu disaat sedekah sudah ditentukan menurut status tersebut di masyarakat.

Makanan Khas Provinsi Sumatera Selatan
Kota ini mempunyai komunitas Tionghoa cukup besar. Makanan mirip pempek atau tekwan yang terbuat dari ikan mengesankan “Chinese taste” yang kental pada masyarakat Palembang.
Pempek, masakan khas Palembang yang telah populer di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan materi dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil menyebarkan materi dasar tersebut menjadi bermacam-macam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun materi tambahan lain mirip telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada materi dasar tersebut.

Baca Juga :   13 Mantan Gubernur Jawa Timur Tahun 1945 Hingga 2014

Ragam jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah dan pempek otak – otak. Sebagai embel-embel menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabai dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).

Tekwan, masakan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibuat kecil – kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.

Model, mirip tekwan tetapi materi dasar daging ikan dan sagu dibuat mirip pempek tahu kemudian dipotong kecil kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap. Ada 2 jenis model, yakni Model Ikan (Model Iwak) dan Model Gandum (Model Gendum).

Sumber: http://www.kemendagri.go.id

Sumber: Kebudayaan Sumatera Selatan
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Selatan
  • https://www.sejarahnegaraku.xyz/search?q=rumah-limasrumah-adat-sumatra-selatan
  • http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=content&id=5

Baca juga: Peta Sumatra Selatan lengkap dengan nama kabupaten dan kota