Profil Provinsi Sumatera Utara

Posted on
Provinsi Sumatera Utara – Sumatera Utara yaitu sebuah provinsi di negara Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera bab utara, tepatnya di sebelah selatan Provinsi Aceh dan berbatasan pribadi dengan provinsi tersebut.

Sumut (Sumatera Utara) hingga admin menuliskan ini terbagi menjadi 25 kabupaten, 8 kota, 436 kecamatan, 691 kelurahan, dan 5.389 desa. Provinsi ini juga mempunyai ciri khas budayanya sendiri, secara lengkap profil Sumut yaitu sebagai berikut:

  • Nama Resmi: Provinsi Sumatera Utara
  • Ibukota: Medan
  • Luas Wilayah: 72.981,23 Km2
  • Jumlah Penduduk: 14.551.960 Jiwa
  • Suku Bangsa: Suku Melayu, Karo, Simalungun, Pakpak/dairi, Batak toba, Mandaling, Pesisi (Tapanuli Tengah) Nias dan Jawa.
  • Agama: Islam, Protestan, Katholik, Budha, Hindu dll.
  • Wilayah Administrasi: Kab. : 25, Kota :8, Kec. : 436, Kel. : 691, Desa : 5.389
  • Lagu Daerah: Butet, Lisoi dan Sing-sing so
  • Website: http://www.sumutprov.go.id
Sumber : Permendagri Nomor 39 Tahun 2015
Sejarah Sumatera Utara
Pada jaman pemerintahan Belanda, Sumatera Utara merupakan suatu pemerintahan yang berjulukan Gouvernement Van Sumatera yang mencakup seluruh Sumatera yang di kepalai oleh seorang Gubernur berkedudukan di Medan.
Sumatera Utara terdiri dari daerah-daerah administratif yang dinamakan keresidenan. Pada Sidang I Komite Nasional Daerah (KND) Provinsi Sumatera diputuskan untuk dibagi menjadi 3 sub Provinsi yaitu sub Provinsi Sumatera Utara (yang terdiri dari Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatera Timur dan Keresidenan Tapanuli), sub Provinsi Sumatera Tengah dan sub Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948 tanggal 15 April 1948 pemerintah memutuskan Sumatera menjadi 3 Provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Provinsi Sumatera Selatan dan pada tanggal 15 selanjutnya ditetapkan menjadi hari jadi Provinsi Sumatera Utara.
Awal tahun 1949 diadakan reorganisasi pemerintahan di Sumatera. Dengan keputusan Pemerintah Darurat RI tanggal 17 Mei 1949 Nomor 22/Pem/PDRI jabatan Gubernur Sumatera Utara ditiadakan, selanjutnya dengan ketetapan Pemerintah Darurat RI tanggal 17 Desember 1949 dibuat Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatera Timur yang kemudian dengan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan ini dicabut dan kembali dibuat Provinsi Sumatera Utara.
Tanggal 7 Desember 1956 diundangkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 perihal Pembentukan Daerah Otonom Provinsi Aceh dan perubahan peraturan pembentukan Provinsi Sumatera Utara yang pada dasarnya Provinsi Sumatera Utara daerahnya dikurangi dengan bagian-bagian yang terbentuk sebagai Daerah Otonomi Provinsi Aceh.
Logo Sumatera Utara dan Maknanya
Seperti provinsi lainnya di negara Indonesia, Sumatera Utara juga mempunyai logo atau lambang yang unik yang didominasi dengan warna hijau dengan rangkaian ikon gunung yang menggambarkan bukit barisan. Secara terperinci sanggup anda lihat pada gambar di bawah ini:

Baca Juga :   Sejarah Berdiri Jam Gadang Bukit Tinggi
 Sumatera Utara yaitu sebuah provinsi di negara Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera Profil Provinsi Sumatera Utara

Lambang atau logo di atas mempunyai makna atau arti tersendiri sesuai falsafah kehidupan masyarakat Sumatera utara, selengkapnya sebagai berikut:

  • Kepalan tangan yang diacungkan ke atas dengan menggenggam rantai beserta perisainya, yaitu lambang kebulatan tekad usaha rakyat Provinsi  Sumatera Utara melawan imperialisme, kolonialisme, feodalisme dan komunisme.
  • Batang bersudut lima, perisai dan rantai, melambangkan kesatuan masyarakat di dalam membela dan mempertahankan Pancasila.
  • Pabrik. pelabuhan, pohon karet, pohon sawit, daun tembakau, ikan. daun padi dan goresan pena “SUMATERA UTARA”, melambangkan tempat yang indah permai, mashur dengan kekakayaan alamnya yang berlimpah-limpah.
  • Tujuh belas, kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empat puluh lima butir padi menggambarkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan RI.
  • Tongkat di bawah kepalan tangan,  melambangkan tabiat kebudayaan yang mencerminkan kebesaran bangsa, patriotisme, pencinta dan pembela keadilan.
  • Bukit barisan yang berpuncak lima, melambangkan tata kemasyarakatan yang berkepribadian luhur, bersemangat persatuan, kegotong-royongan yang dinamis.
  • Motto Daerah , yaitu Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya. 
Baca Juga :   Sejarah Provinsi Sumatra Barat Yang Perlu Anda Ketahui
Nilai Budaya Sumatera Utara
Susunan masyarakat Sumatera Utara yaitu menurut geneologis teritorial menyerupai Batak Toba, Mandailing dan Nias. Sedangkan suku Melayu menurut teritorial.
Bila ditinjau dari garis keturunan maka suku Batak dan Nias yaitu patrilinial, sedang suku Melayu yaitu parental (keturunan kedua belah pihak bapak dan ibu).
Pada masyarakat suku Batak, Nias maupun Melayu ada upacara budbahasa siklus kehidupan dari lahir, masa remaja hingga kematian, menyerupai upacara turun mandi, tunjangan nama, potong rambut, mengasah gigi, perkawinan dan upacara pemakaman jenazah.
Di masyarakat Batak dikenal upacara memberi makan oleh anak kepada orang yang lanjut usia (sulang-sulang). Terdapat juga upacara penggalian/pemindahan tulang belulang kesuatu tempat atau tugu yang disebut (mangongkal holi).
Setiap upacara-upacara budbahasa masyarakat Batak selalu disertai dengan tunjangan Ulos dan tarian (Manortor).
Falsafah masyarakat Batak
Dalihan Natolu sebagai aturan budbahasa Batak yang mempunyai arti  referensi yang tiga yang dimaknai sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan masyarakat Batak.
Dalihan Natolu mencakup :
  • Dongan Sabutuha (saudara semarga).
  • Hula-hula (ipar, baik adik atau abang pria dari istri).
  • Boru (keluarga dari pihak laki-laki).
Sumber: www.kemendagri.go.id

Baca Juga :   Tentang Provinsi Sulawesi Barat
Baca juga hal-hal yang berkaitan dengan Sumatera Utara di bawah ini: