Sejarah Lengkap Negara Libanon

Posted on
Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia (mengalami kejayaan dalam masa ke-12 hingga masa ke-9 SM),. dikala negeri ini gres meliputi beberapa negara kota (Arwad, Byblos, Sidon, dan Tyre). Sejarah selanjutnya yakni sejarah kekuasaan bangsabangsa absurd yang silih berganti menduduki Libanon, yakni Assyria, Persia, Yunani, Roma, Turki, dan Perancis.
Pada 26 November 1941, Libanon merdeka dari tangan Perancis. Tetapi pada tahun 1958 perang saudara meletus, alasannya sekelompok orang Islam memberontak terhadap pemerintah yang didominasi orang Kristen Maronit.
Pertikaian sepertinya akan berakhir setelah Amerika Serikat terlibat atas seruan pemerintah, tetapi ternyata pada tahun 1975 meletus lagi perang saudara yang lebih dahsyat (diperkirakan menelan 40.000 korban jiwa dan 100.000 korban luka-luka).
Situasi makin memburuk dengan masuknya tentara Israel untuk menumpas gerilyawan Palestina di Libanon Selatan (tahun 1979 dan tahun 1982). Kehadiran pasukan perdamaian PBB pada tahun 1983 tidak menciptakan situasi makin baik; malahan, situasi makin tak terkendali, alasannya semakin banyak kelompok bersenjata yang tampil dengan kepentingan golongan masing-masing, antara lain kelompok Druze, Amal Syiah, Hizbullah, Kristen, dan militer Suriah.
LIBANON, republik di tepi L. Tengah di Asia Barat daya; berbatasan dengan Suriah (utara. dan timur), Israel (selatan), dan L. Tengah (barat). Luas: 10.230 km2. Penduduk: 2.852.000 (1989). Kepadatan penduduk: 279/km2. Agama: Islam Syiah (32%); Kristen Maronit (24,5%); Islam Sunni (21%); Druze (7%); Ortodoks Yunani (6,5%); Nasrani Yunani (4%); Kristen Armenia (4%); lain-lain (1%). Bahasa: Arab. Ibu kota: Beirut. Satuan mata uang: Pound Libanon (LL). 

 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Peta letak negara Libanon

Fisiografi
Wilayah Libanon didominasi oleh pegunungan. Lereng-lereng Pegunungan Libanon tertutup hutan lebat, sedang puncak-puncaknya tertutup salju dari Desember hingga Juni. Tanahnya tergolong subur dan hijau bila dibandingkan dengan stepa dan gurun yang cokelat dan kering di negara tetangganya Suriah. Dataran pantainya dan lembah-lembahnya dialiri oleh sungai dengan banyak mata air.
Perbatasan belahan timur Libanon bertepatan dengan puncak-puncak Pegunungan Anti-Libanon. Sesampai di G. Hermon (Jabal ash-Shaykh), garis perbatasan itu membelok ke arah barat dan membentuk perbatasan selatan dengan Israel. Perbatasan selatan ini memanjang lewat celah antara S. Litani dan S. Yordan, terus ke Galilea Atas, hingga bermuara ke L. Tengah di Ra’s al-Baghlat.
Pegunungan Libanon dan Anti-Libanon terbentuk terutama dari kerikil kapur yang melipat ke atas pada Zaman Tersier final (lebih dari 11 juta tahun lalu). Banyaknya unsur kerikil kapur menjadikan sistem air bawah tanah sangat kompleks dengan banyak mata air besar yang mengeluarkan air tawar sepanjang tahun.
Puncak tertinggi di Libanon terletak di belahan utara, bersahabat Al-Hirnil dan Bsharri, di mana menjulang G. Wurnat as-Sawda (3.088 m). Di selatan Beirut dan Zahlah, pegunungan jarang berketinggian kurang dari 1.800 m. Antara Pegunungan Libanon dan, Pegunungan Anti-Libanon terletak lembah Bekaa, sebilah data ran subur dengan lebar sekitar 16 km. Lembah ini berafiliasi dengan sebuah lembah retak besar, yang memanjang dari L. Merah lewat Teluk Aqaba hingga ke Lembah S. Yordan.
Dua sungai utama di Libanon, yakni S. Litani dan S. Orontes, bersumber dari Lembah Bekaa bersahabat Ba’labakk. Sungai Litani seluruhnya berada di wilayah Libanon, tetapi S. Orontes sebagian besar berada di wilayah Suriah. Lereng barat Peg. Libanon dialiri beberapa sungai pendek yang berarus deras.
Iklim
Libanon beriklim L. Tengah yang khas dengan animo hirau taacuh yang sangat lembut sepanjang pantai dan animo panas yang sangat panas. Curah hujan (Oktober -April) berkisar dari 380 mm di utara hingga lebih dari 1.500 mm di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan ini hujan dalam bulan Desember hingga Maret turun terutama dalam bentuk salju di atas ketinggian 1.200 m.
Daerah pantai lembab dalam animo panas; meskipun suhu pada siang hari biasanya hanya berkisar dari 30°C hingga 35°C, suhu itu terasa lebih panas. Daerah pegunungan biasanya sejuk dan cerah, sehingga mempunyai banyak tempat wisata. 
Flora dan fauna
Dulu Libanon mempunyai hutan lebat. Tetapi kini banyak daerah yang telah gundul. Tinggal beberapa daerah yang tertutup hutan cedar hanya di atas ketinggian 1.500 m. Di belahan bawahnya terdapat hutan yang luas dengan pohon ek dan pinus Aleppo; juga terdapat hutan buatan dengan pinus laut bersahabat pesisir.
Pegunungan Anti-Libanon dan G. Hermon hanya ditumbuhi perdu yang tidak begitu lebat. Di daerah pedalaman masih hidup serigala dan beruang. Di negeri ini juga hidup sebagian besar dari jenis burung migrasi Eropa.
 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Pohon cedar (arash) yang merupakan lambang pada bendera Libanon, kini sudah hampir punah jawaban perusakan hutan.
Penduduk
Penduduk Libanon diperkirakan hampir mencapai 3 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk setiap tahun rata-rata 2,1 persen, dengan angka kelahiran 2,9 persen dan angka kematian 0,8 persen. Kawasan yang paling besar jumlah penduduknya yakni daerah pantai. Hampir 85 persen dari seluruh penduduk tinggal di daerah perkotaan. Kota-kota terbesar yakni Beirut (1.500.000) dan Tripoli (500.000). 
Kelompok etnis
Orang Libanon tampak berbeda-beda alasannya selama berabad-abad negeri ini menjadi semacam tempat pelarian banyak sekali sekte dan golongan. Namun semua orang Libanon, yang meliputi sekitar 83 persen dari seluruh penduduk, menganggap diri tergolong “orang Arab”.
Di antara kelompok-kelompok minoritas, yang terbesar yakni orang Palestina; pada tahun 1983 di Libanon terdapat kira-kira 270.000 pengungsi Palestina, sebagian besar tinggal dalam kamp-kamp pengungsian. Kelompok minoritas lainnya terdiri dari orang Armenia (5%), orang Suriah, Kurdi, dan lain-lain (3 %).
Bahasa
Bahasa resmi yakni bahasa Arab, tetapi bahasa Inggris dan bahasa Perancis juga banyak dipakai dan diajarkan di sekolah-sekolah.
Agama
Di negeri ini tidak ada agama negara. Ada dua kelompok agama terbesar, yaitu umat Islam dan umat Kristen, dan perimbangan kekuasaan politik semenjak dulu ditentukan oleh perbandingan antara besarnya umat kedua agama ini. Umat Islam yang dahulu merupakan minoritas dibandingkan dengan umat Kristen kini sudah menjelma lebih banyak didominasi (53% berbanding 39%).
Di kalangan umat Islam, kelompok agama terbesar yakni umat Syi’ah (lebih dari 900.000). Sesudah itu menyusul kelompok Sunni (hampir 600.000). Kelompok Druz sebanyak kira-kira 200.000 orang dianggap sebagai kelompok agama tersendiri alasannya mencampurkan unsur Islam dengan Kristen.
Umat Kristen yang paling besar yakni Kristen-Maronit (lebih dari 700.000). Umat Kristen lainnya terdiri dari umat Ortodoks Yunani, Kristen Armenia, Melkit, Nasrani Suriah, Nasrani Roma, Ortodoks Suriah (Gereja Yakobit), dan Protestan.
Pada umumnya orang Kristen memegang posisi penting, juga di kalangan tentara. Golongan Maronit tidak jarang mempunyai kecenderungan ke arah fasisme dan tidak terlalu memusuhi Israel. Kelompok Islam sebagai lebih banyak didominasi sering merasa bahwa hak-hak mereka kurang memadai dan menginginkan perombakan politik. Dari segi budaya dan agama mereka merasa lebih bersahabat dengan bangsabangsa Arab dan mengambil perilaku bermusuhan terhadap Israel.
Pendidikan
Dari seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas, lebih dari 73 persen sudah bebas dari buta huruf. Sekolah dasar dan menengah sanggup dijangkau oleh seluruh penduduk. Kelompok keagamaan menyelenggarakan sejumlah sekolah swasta.
Di negeri ini terdapat 18 akademi tinggi, termasuk beberapa universitas terkenal, menyerupai Universitas Nasrani St. Yosef, Universrtas Amerika, dan Universitas Arab. 
Pemerintahan
Libanon memakai sistem; kabinet dan mempunyai sebuah DPR dengan anggota yang dipilih sedemikian rupa hingga tiap kelompok agama terwakili. Keanggotaan kabinet juga dibagi-bagi di antara para wakil kelompok-kelompok agama utama.
 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Bendera negara Libanon
Partai-partai politik pun cenderung mengikuti garis agama atau garis komunalnya. Presiden biasanya orang Kristen Maronit, perdana menteri orang Islam Sunni, dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat orang Islam Syi’ah.
 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Lambang negara Libanon
Ekonomi
Sampai tahun 1975 ekonomi Libanon sangat ditentukan oleh letak negerinya yang menguntungkan dan daya tariknya bagi para wisatawan. Beirut menjadi pusat keuangan di wilayah Timur Tengah… Sektor perdagangan dan jasa menyumbang 65 persen pada pendapatan nasional. Sekitar 50% dari seluruh tenaga kerja pada waktu itu bekerja di sektor pertanian, 20% di sektor perdagangan, transportasi dan perbankan, 11% di sektor jasa lainnya, dan 3% di sektor pemerintahan.
Perang saudara mengakibatkan angka-angka ini banyak berubah, namun angka-angka yang sempurna belum sanggup diketahui. Dapat dipastikan bahwa pada tahun 1980 sedikitnya 300.000 orang (10% dari seluruh penduduk) melibatkan diri secara pribadi atau tidak pribadi pada salah satu dari sekian banyak organisasi partai.
Sejak tahun 1975 Libanon berada dalam situasi kacau dan setiap Wilayah kekuasaan mempunyai sistem ekonomi sendiri; kaum milisi Falangis, misalnya, memungut pajak pribadi dan pajak tidak pribadi (atas segala sesuatu) di Beirut Timur dan Libanon Tengah.
Di wilayah itu ada berpuluh-puluh pelabuhan gelap, tempat memasukkan senjata dan baran g-barang selundupan lainnya (wiski, rokok, dan sebagainya). Karena tidak ada kekuasaan sentral dan korupsi merajalela, maka roda perekonomian berjalan tersendat-sendat.

Pertanian
Jalur pantai ditanami secara intensif dengan tumbuhan utama jeruk, pisang, dan sayur-sayuran. Di lereng barat Peg. Libanon ditanam terutama zaitun, di samping apel, amandel, dan buah-buahan lainnya. Padi-padian (gandum dan milet), bawang, bit gula, kentang, tembakau, dan anggur, ditanam antara lain di Lembah Bekaa.
Hasil peternakan sebagian besar dipakai untuk konsumsi lokal. Daging, selain daging domba, harus diimpor. Perikanan hanya cukup untuk konsumsi lokal. Banyak nelayan Libanon menangkap ikan dengan memakai dinamit.
 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Zaitun merupakan hasil perkebunan penting bagi Libanon, tampak pohon-pohon zaitun yang terutama tumbuh di lereng barat Pegunungan Libanon.
Pertambangan
Libanon tidak banyak mengandung mineral. Sedikit-sedikit ada juga penambangan bijih besi, lignit (batu bara muda), dan fosfat.
 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Penambangan garam di sepanjang pantai Libanon, sebelah utara Tripoli, pada masa sebelum terjadi perang saudara.
Industri
Dari seluruh kapasitas industri, 60 persen menjadi lumpuh alasannya perang saudara. Padahal sebelum tahun 1975, Libanon merupakan salah satu negara yang paling maju perindustriannya di Timur Tengah. Industri terpenting yakni industri ringan di bidang tekstil dan materi makanan.
Di samping itu ada industri yang lebih berat, yang memproduksi semen dan mengolah materi galian, di antaranya dua kilang minyak besar di Tripoli dan Saida (Sidon), yang mengolah minyak bumi impor.
Perdagangan
Krisis politik mengakibatkan perdagangan transit di Libanon sangat merosot. Ekspor sama sekali tidak sanggup menutupi impor. Defisit perdagangan dalam tahun-tahun belakangan ini hanya sebagian saja sanggup ditutupi dengan pendapatan dari sektor jasa, royalti perusahaan-perusahaan minyak, transfer uang dari orang Libanon yang beremigrasi ke luar negeri, dan sumbangan dari negara-negara absurd (sejumlah negara Arab dan Israel) kepada pihak-pihak yang berperang.
Barang ekspor utama yakni hasil-hasil pertanian, yang bernilai 21 persen dari keseluruhan ekspor. Sebagian besar barang-barang ekspor dikirim ke negara-negara Arab, terutama Arab Saudi dan Kuwait. Sedangkan barang-barang impor, selain dari negara-negara tersebut, juga didatangkan dari Italia, Amerika Serikat, Perancis, Rumania, Jepang, Turki, dan Belgia.
Barang-barang impor yang terpenting yakni gandum dan daging. Berbagai macam barang konsumsi (juga barang mewah) didatangkan setiap hari melalui udara. Untuk kebutuhan industri harus didatangkan materi mentah (antara lain minyak mentah) dan mesin-mesin.
Dalam prakteknya, jadwal ekonomi Libanon sama sekali tidak sanggup diharapkan, juga alasannya situasi politik. Libanon mendapatkan sumbangan keuangan yang besar dari negara-negara Arab (sekitar US$ 3 milyar pada periode 1978-1983), terutama untuk pembangunan kembali Libanon Selatan.

Transportasi
Jaringan jalan raya sepanjang 7.000 km (90% diaspal) yang dulu begitu padat, semenjak tahun 1975 tidak terawat lagi. Jalan kereta api sepanjang 417 km di daerah pantai hanya dipakai untuk angkutan barang. Posisi Beirut sebagai pelabuhan paling penting di Timur Tengah dan sebagai salah satu pusat jaringan penerbangan internasional juga sangat menurun jawaban krisis politik.
 Sejarah Libanon bermula dari zaman Fenesia  Sejarah Lengkap Negara Libanon
Saida di Kota Sidon yang klasik, terletak di selatan Beirut, kini hanya merupakan pelabuhan nelayan.
Baca Juga :   Sejarah Negara Myanmar Lengkap