Sejarah Negara Yaman Utara

Posted on
Sejarah Yaman Utara bermula dari zaman Kerajaan Minaean (1200-650 SM). Selanjutnya, di negeri ini timbul-tenggelam sejumlah kerajaan. Empat kala setelah dimasuki agama Islam (628), negeri ini dikuasai dinasti Rassite, hingga diduduki Turki (1538-1630 dan 1849-1918). Kedaulatan Kerajaan Yaman dikukuhkan dengan sebuah perjanjian yang ditandatangani bersama Inggris dan Arab Saudi pada tahun 1934.
Pada tahun 1962 terjadi sebuah pemberontakan militer; Raja Imam Ahmed tewas, dan Yaman Utara dinyatakan sebagai’Republik Arab Yaman. Perang Saudara segera menyusul antara kelompok revolusioner (didukung Mesir dan Uni Soviet) dan pasukan kerajaan (didukung Arab Saudi dan Yordania), kemudian berakhir pada tahun 1970 dengan kemenangan kaum revolusioner.
Pada tahun 1972 – 1973 terjadi bentrokan senjata di perbatasan Yaman Utara – Selatan antara pasukan kedua negara. Pada tahun 1979 meletus perang antara keduanya, tetapi persetujuan mengenai penyatuan kedua Yaman segera tercapai (kendati belum direalisasikan hingga kini) berkat derma Liga Arab.
 Sejarah Yaman Utara bermula dari zaman Kerajaan Minaean  Sejarah Negara Yaman Utara
Peta letak Negara Yaman Utara
YAMAN, REPUBLIK ARAB (Yaman Utara), terletak di tempat pantai barat daya Semenanjung Arab, tepi Laut Merah; berbatasan dengan Arab Saudi (utara dan timur laut), Yaman Selatan (timur dan selatan), dan Laut Merah (barat). Luas: 135.230 km2. Penduduk: 6.937.000 (1989). Kepadatan penduduk: 51/km2. Agama: Islam Syiah (60%); Islam Sunni (4000). Bahasa: Arab. Ibu kota: San’a. Satuan mata uang: Rial Yaman (YRI).
Fisiografi. Republik Arab Yaman mempunyai wilayah seluas kira-kira 135.200 km2. Jalur pantainya sepanjang 450 km di Laut Merah (Al-Bahr al-Ahmar) bertepikan kerikil karang dan maritim yang dangkal. Dataran pantai mempunyai lebar 30 -70 km, dan sebagian besar mempunyai ketinggian di bawah 90 m.
Dataran pantai di sana-sini tertutup oleh rawa-rawa dengan endapan tanah aluvium dan pasir. Makin ke pedalaman tanahnya makin naik hingga ke sabuk perbukitan di kaki pegunungan yang terpotong-potong oleh sejumlah wadi.
Sisi terjal pegunungan yang menjulang di timur naik hingga ke puncak-puncak yang kerap kali mencapai lebih dari 3.000 m. Hingga kira-kira 160 km di balik puncak-puncak ini, tanah tinggi tersebut berangsur-angsur turun hingga ke sisi timur yang tidak terlalu terjal. Puncak-puncak tertinggi terdapat di penggalan tengah, dengan G. Shu’ayb (di sebelah barat San’a) sebagai gunung tertinggi (3.760 m).
Di pedalaman, jaringan puncak-puncak dan punggung pegunungan mengelilingi plato-plato lebar setinggi 2000-2500 m dan dataran tinggi setinggi 1500-2000 m. Dari puncak lereng terjal penggalan barat menuju Tihama, memanjang lembah-lembah curam, yang memotong permukaan tanah hingga sedalam 900 m. Ke arah timur, lembah-lembah yang sanggup mengalirkan air ke gurun ini terbuka ke lembah yang lebih lebar dan dangkal.
Yang paling menonjol dari Yaman Utara penggalan timur ialah lembah berbataskan retakan besar yang dilintasi oleh Wadi Abrad dan belum dewasa sungainya, yang menyusuri gurun pasir Ramlat as-Sab’atayn. Di sepanjang sisi barat lembah ini, sejumlah wadi muncul. melalui beberapa Wahah (Bayhan-al-Qasab, Baal-Harith, dan Juba di selatan; Ragwan dan Jauf di utara).
Ke arah sisi utara, kelompok-kelompok kawah gunung api yang dihubungkan oleh aliran lava menerobos permukaan pasir, dengan kecenderungan mengarah ke barat daya hingga ke Ma’rib, hingga memperkuat teori bahwa hancurnya bendungan Ma’rib (abad ke-6 M) disebabkan oleh gunung api. Di seberang lembah, permukaan tanahnya berangsur-angsur menurun ke arah Gurun Rub-al-Khali, melintasi tempat perbatasan.
Iklim
Karena keadaan permukaan tanah tempat kedudukannya, Yaman Utara menjadi tempat yang paling menyenangkan di Semenanjung Arab. Andaikata tidak ada tanah tinggi yang meredakan suhu tropis dan menahan udara lembab demam isu panas, maka gurun pasir di semenanjung itu akan terbentang tanpa penghalang hingga ke Laut Merah.
Dataran rendah di tempat pantainya berhawa panas dengan kelembaban yang tinggi, dan sering diserang angin ribut debu. Sedangkan dataran tingginya jauh lebih sejuk dengan curah hujan 400 – 800 mm per tahun yang turun, terutama antara bulan Maret dan September. Salju tidak dikenal di pegunungan. Makin ke timur, suhu di tempat pinggiran gurun makin panas dan udaranya makin kering.
Flora dan fauna
Di negeri ini tumbuh-tumbuhan lebih lebat dan lebih bervariasi daripada di wilayah-wilayah lain di Semenanjung Arab. Daerah gurun di sana-sini ditumbuhi semak-semak kerdil, pohon palem, pohon akasia, dan pohon tamarisk.
Di tempat padang rumput tumbuh semak-semak berduri, euphorbia, dan tamarisk. Sabana ditumbuhi tamarisk raksasa dan juniper. Sedangkan di puncak-puncak tertinggi terdapat hutan juniper.
Berbagai hewan liar masih bertahan hidup di negeri ini, di antaranya macan tutul, rubah, kambing gunung, gazelle, dubuk (hyena), dan jakal.
Penduduk
Hampir seluruh penduduk Yaman Utara termasuk kelompok etnis Arab (99%) yang terbagi atas beberapa suku bangsa, di antaranya suku Hashid, Khawlan, dan Baqil. Ditinjau dari sudut agama, penduduknya terbagi atas dua bagian.
 Sejarah Yaman Utara bermula dari zaman Kerajaan Minaean  Sejarah Negara Yaman Utara
Di sebelah utara dan timur Yaman Utara, di tempat tepi gurun banyak terdapat suku nomad.
Penganut Syiah, kelompok terbesar, hidup di dataran tinggi Yaman dan kota San’a; sedang penganut aliran Sunni hidup di penggalan selatan negeri mi. Pendidikan di Yaman Utara masih jauh ketinggalan. Banyak sekolah yang membatasi diri pada pelajaran baca-tulis serta pelajaran aturan dan tradisi Islam. Dari seluruh penduduk yang berusia 15 tahun ke atas, hanya sekitar 9 persen yang bebas buta aksara.
 Sejarah Yaman Utara bermula dari zaman Kerajaan Minaean  Sejarah Negara Yaman Utara
Pemandangan sekitar kota bersejarah San’a dengan sistem perladangan bertingkat (teras) mengambarkan kecerdasan para petani Yaman Utara.
Pemerintahan
Pada tahun 1962 kaum militer mendirikan negara republik setelah menggulingkan para imam (pemimpin agama) yang sebelumnya menguasai pemerintahan di negeri ini. Berdasarkan Konstitusi 1970 dibuat sebuah parlemen (Dewan Konsultatif) dengan 179 anggota yang dipilih untuk masa bakti 4 tahun.
 Sejarah Yaman Utara bermula dari zaman Kerajaan Minaean  Sejarah Negara Yaman Utara
Bendera Negara Yaman Utara
Badan ini menentukan Dewan Presidentil yang beranggotakan lima orang. Tetapi pada tahun 1974 sekelompok militer mengadakan perebutan kekuasaan tak berdarah. Konstitusi dicabut dan parlemen tersebut dibubarkan. Pemerintahan diambil alih oleh .dewan militer, dan ketua dewan inilah yang diangkat menjadi presiden.
 Sejarah Yaman Utara bermula dari zaman Kerajaan Minaean  Sejarah Negara Yaman Utara
Lambang Negara Yaman Utara
Ekonomi
Pertanian dan peternakan menjadi dasar ekonomi Yaman Utara semenjak dulu. Pertanian dipusatkan di dataran tinggi dan lembah yang diairi air hujan demam isu panas. Di mana-mana kekeringan membatasi pembudidayaan; tumbuhan hanya di sekitar oasis-oasis kecil di wadi-wadi Tihama dan di tempat perbukitan penggalan timur.
Tanamannya meliputi padi-padian, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Kurma, kapas, dan tembakau, ditanam terutama di Tihama. Tanaman perdagangan utamanya ialah kat (sejenis rumput-rumputan yang mengandung narkotika) dan kopi, yang ditanam di tanah tinggi.
Tanah yang tidak subur dipakai sebagai tempat penggembalaan sapi, biri-biri, kambing, bagal, kuda, dan unta. Di negeri ini terdapat banyak sekali barang tambang, di antaranya bijih besi (terutama di bersahabat Sa’dah), tembaga (dekat Ta’izz dan di sebelah barat daya San’a), dan lignit (di pegunungan sebelah timur Dhamar).
Selain itu negeri ini menghasilkan welirang dan uranium. Garam kerikil banyak terdapat di Tihama dan di tempat gurun penggalan pedalaman. Industri di negeri ini masih dalam tahap berkembang. Pabrik tekstil modern yang menghasilkan kain dari kapas terdapat di San’a dan Bajil. Pabrik semen yang memakai kerikil kapur dan pabrik tembakau ada di Hodeida.
Yaman Utara juga populer akan kerajinan tangan, terutama kerajinan kulit dan pembuatan pedang. Yaman Utara mengekspor kapas, kat, kulit, dan kopi. Barang impornya meliputi materi pangan dan ternak, mesin dan alat-alat transportasi, minuman, dan tembakau. Rekan dagang utamanya ialah Amerika Serikat, Jepang, negara-negara Eropa Barat, Cina, dan Singapura.
Yaman Utara mempunyai jalan raya Sepanjang 37000 km lebih, tetapi gres sekitar 6 persen yang sudah beraspal. Beberapa jalan gres dan sejumlah kemudahan pelabuhan modern telah dibangun di Hodeida dan Al-Mukha. San’a mempunyai hubungan udara ke banyak sekali negara, sedang keempat bandara lainnya melayani penerbangan dalam negeri.

Baca Juga :   Sejarah Pemerintahan Dan Ekonomi Negara Kampuchea