Sejarah Negara Yordania

Posted on
Yordania sudah dihuni insan sekurang-kurangnya semenjak 10 kurun lalu. Beberapa kerajaan kecil timbul-tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan-kerajaan besar menyerupai Assyria, Mesir, Persia, Yunani, dan Roma. Pada tahun 636, Yordania ditaklukkan pasukan Islam. Sesudah Perang Salib, negeri ini kembali dikuasai Mesir, hingga direbut oleh Turki (1517-1916).
Akibat kekalahan ‘ Turki dalam Perang Dunia I, mandat atas Yordania diserahkan kepada Inggris. Baru pada tahun 1946 Yordania menjadi negara kerajaan yang merdeka sepenuhnya. Pembentukan negara Israel (1948) dan pendudukan wilayah Tepi Barat Sungai Yordan (1967) menjadikan perang terbuka antara Yordania (bersama negara-negara Arab) dan Israel.
Gerakan nasionalisme Palestina dengan pasukan gerilyanya semula menjadikan konflik Yordania-Palestina, tetapi pada tahun 1974 Yordania menyetujui Tepi Barat dijadikan wilayah negara Palestina yang akan dibentuk.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Peta letak negara Yordania

YORDANIA, kerajaan konstitusional di Asia Barat daya, terletak di tepi Teluk Aqaba; berbatasan dengan Suriah (utara), Irak (timur laut), Arab Saudi (timur dan selatan), Teluk Aqaba (baratdaya), dan Israel (barat). Luas: 89.206 km2. Penduduk: 3.031.000 (1989). Kepadatan penduduk: 34/km2. Agama: Islam Sunni (93%); Katolik (4,9%); lain-lain (2,1%). Bahasa: Arab. Ibu kota: Amman. Satuan mata uang: Dinar Yordania (JD).
Fisiografi
Yordania meliputi wilayah seluas kira-kira 89.200 km2, tidak termasuk Wilayah Tepi Barat (5.440 kmz), yang diduduki Israel semenjak tahun 1967. Kecuali di sebelah selatan yang hanya mempunyai garis pantai pendek di Teluk Aqaba, negeri ini terkurung daratan.
Kira-kira 80 persen ‘wilayah Yordania terdiri dari gurun pasir. Di bab barat alamnya tidak terlalu keras dan tanahnya cukup subur.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Reruntuhan teater zaman Romawi Kuno di kota Amman

Di ujung barat laut, lembah yang tersayat oleh Sungai Yarmuk (cabang Sungai Yordan) membentuk garis perbatasan dengan Suriah dan Dataran Tinggi Golan. Sungai Yordan mengalir melalui sebuah lembah di kawasan Depresi Ghor. Lembah retakan ini berlanjut hingga ke Teluk Aqaba.
Di seberang jalur sungai yang sempit dan subur ini, tanah tinggi Yordania naik secara tajam, hingga mencapai ketinggian 1.754 m di ujung selatan bersahabat Aqaba. Di sebelah timur jalan kereta api Hedzjaz, terdapat gurun yang melandai ke arah timur hingga ke Wadi Sir.han, sebuah depresi dengan sungai kecil yang kadang kala dialiri air hingga ke Arab Saudi.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Reruntuhan lembaga (panggung) kuno di Yordania yang dibuat pada zaman Kekaisaran Romawi tahun 64 sebelum Masehi, terletak di kota Jarash tepi Sungai Yordan.

Dataran tinggi mengalami iklim Laut Tengah dengan animo panas yang hangat dan animo hambar yang sejuk. Curah hujan sekitar 890 mm per tahun. Salju kerap kali jatuh dalam bulan Desember dan Januari di bagian-bagian yang tinggi di Gilead, Moab, dan Edom. Suhu animo panas di gurun dan di Lembah Yordan mencapai 35°C dan kadang kala mencapai lebih dari 46°C. Di kawasan gurun curah hujan rata-rata kurang dari 100 mm per tahun.
Hutan yang tidak lebat dengan pohon pinus Aleppo dan pohon ek yang senantiasa hijau sepanjang tahun masih sanggup dijumpai di antara J arash dan ”Ajlun, tetapi kawasan perbukitan di Tepi Barat telah dihuni dan dibudidayakan dalam waktu yang begitu usang sehingga tumbuhan alaminya tinggal sedikit.

Baca Juga :   Sejarah Penduduk Kampuchea

Sebagian besar tanah yang ditumbuhi semak-semak berduri di sepanjang Sungai Yordan telah dibuka dan dimanfaatkan untuk budidaya tumbuhan dengan santunan irigasi. Jauh lebih ke timur terdapat tumbuh-tumbuhan yang tahan kering. Binatang liar hidup di Yordania, terutama di tanah tinggi selatan, di antaranya ialah anjing jakal, kambing ibeks, dan serigala.

Penduduk. Berdasarkan cara hidup, penduduk Yordania sanggup dibedakan atas penduduk kota, penduduk desa, dan pengembara. Penduduk kota meliputi sekitar 70 persen dari seluruh penduduk Yordania; Amman sendiri, ibu kota negeri ini, berpenduduk sekitar 970.000 jiwa. Penduduk kota hidup dari aneka macam mata pencaharian.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Benteng gurun pasir Qusair ‘Amra (=Benteng Merah) Yordania, juga dipakai sebagai tempat peristirahatan dan pemandian, dibangun pada masa Kalifah Al-Walid.

Sedangkan penduduk pedesaan sebagian besar hidup dari pertanian. Suku-suku nomad, yang umumnya menempati kawasan gurun, stepa, dan pegunungan, hidup dari peternakan unta, kambing, dan biri-biri; jumlah mereka sudah jauh berkurang berkat perjuangan pemerintah dalam memukimkan mereka.

Di negeri ini hidup pula ratusan ribu pengungsi Palestina, yang tidak sanggup dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tersebut di atas. Sebagian dari mereka masih hidup di tenda-tenda dalam kondisi yang menyedihkan, kendati mereka memperoleh santunan dari aneka macam organisasi sosial, antara lain dari badan-badan PBB.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Benteng Qasr al-Kharana, salah satu benteng peninggalan zaman Umayyah di kawasan gurun pasir Yordania.

Lebih dari 90 persen penduduk Yordania termasuk kelompok etnis Arab. Selain orang Arab, di negeri ini terdapat pula orang Circassia (0,5%), Armenia (0,1%), Turki (0,1%), dan Kurdi (0,1%). Lebih dari 90% rakyat negeri ini menganut agama Islam (aliran Sunni) dan kira-kira 4,9% Kristen. Bahasa resmi di negeri ini ialah bahasa Arab tetapi bahasa Inggris juga banyak dipakai oleh kalangan orang-orang terpelajar, usahawan, dan pejabat pemerintah.

Anak-anak diwajibkan berguru di sekolah sekurang-kurangnya selama 9 tahun. Sekarang sudah terdapat lebih dari 2.000 sekolah dasar dan sekolah lanjutan. Yang masuk ke sekolah-sekolah ini secara keseluruhan hampir mencapai 835.952 murid, dan terdapat lebih dari 34.053 guru. Yordania mempunyai kira-kira 55 lembaga pendidikan tinggi, termasuk Universitas Yordania.
Pemerintahan
Menurut Konstitusi 1952, Yordania ialah sebuah kerajaan konstitusional. Kekuasaan raja sangat besar, melebihi kekuasaan tubuh eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Roda pemerintahan dijalankan oleh kabinet di bawah pimpinan seorang perdana menteri yang diangkat oleh raja.

Baca Juga :   Fisiografi Negara India

Kabinet ini bertugas memimpin departemen-departemen dan tetapkan kebijaksanaan pemerintah. Pengangkatan perdana menteri dan kabinet harus menerima persetujuan dari parlemen.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Bendera negara Yordania

Dewan legislatif terbagi atas Majelis Tinggi dan Majelis Rendah. Para anggota Majelis Tinggi, yang terdiri dari tokoh masyarakat, diangkat raja untuk masa bakti 4 tahun. Pemilihan anggota Majelis Rendah dilakukan sedikitnya sekali 4 tahun.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Lambang negara Yordania

Tetapi semenjak tahun 1969, tak pernah lagi diadakan pemilihan parlemen, sedang DPR ke-9, yang dipilih tahun 1965, tidak boleh beberapa kali sebelum alhasil diganti dengan Dewan Penasihat Nasional, sebuah tubuh yang dibuat untuk membahas program-program dan aktivitas pemerintah dengan kekuasaan terbatas.

Negeri ini seluruhnya dibagi atas delapan kawasan pemerintahan yang dibagi lagi atas distrik dan subdistrik, yang dikepalai oleh pejabat yang diangkat oleh menteri dalam negeri. Kota diurus oleh walikota dan dewan kota terpilih.

Ekonomi
Negara ini hanya mempunyai sedikit sumber daya alam. Cadangan airnya pun tidak mencukupi. Sementara itu, laju pertambahan penduduknya pesat. Tambahan pula, banyak persoalan lain dialaminya akhir konflik Arab – Israel.

tenggelam di negeri ini di bawah penguasa kerajaan Sejarah Negara Yordania
Kamp pengungsi Palestina di sekitar kota Amman, sebelum dipindah ke Libanon.

Sumber utama pendapatan nasional Yordania ialah sektor perdagangan dan industri, yang masing-masing menyerap lebih dari 10 persen tenaga kerja (1984). Pendapatan nasional-dari sektor perdagangan bernilai lebih dari 15% produk nasional bruto (1986), sedang sektor industri menyumbang sekitar 12%.

Pertanian bukan aktivitas ekonomi penting di Yordania. Sektor ini hanya menyerap sekitar 4 persen tenaga kerja dan menyumbang sekitar 7 persen produk nasionalnya. Tanah pertaniannya sempit, dan banyak tanahnya yang paling subur hilang saat Israel menduduki Tepi Barat.

Tetapi daerah-daerah gres di Tepi Timur telah ditanami dengan padi-padian serta sayur-sayuran, dan daerah-daerah beririgasi di lembah Sungai Yordan telah diperluas. Barley (sejenis gandum untuk bir) dan gandum, tumbuhan padi-padian utama, ditanam di tanah beririgasi. Hasilnya naik-turun sesuai dengan banyaknya hujan animo dingin.

Tanaman lain yang penting ialah kacang-kacangan, tomat, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Anggur, zaitun, pisang, dan jeruk juga ditanam. Unggas, sayur-sayuran, dan buah-buahan segar kerap kali diangkut dengan pesawat terbang ke pasar-pasar di Teluk Persia. Daerah-daerah gurun timur masih dikuasai orang Badui yang memelihara biri-biri, kambing, dan unta.

Baca Juga :   Sejarah Pemerintahan Dan Ekonomi Negara Iran
Hutan yang paling penting di Yordania terdapat di sekitar Ajlun. Setelah berabad-abad dihabiskan dan disia-siakan, hutan itu kini sedang dilestarikan. Daerah-daerah yang gres telah ditanami, bukan hanya untuk memperoleh kayu bangunan, melainkan juga untuk pelestarian sumber air.
Barang tambang yang sudah diusahakan secara komersial antara lain fosfat:(di Ar-Rusayfah dan Ard As Sawwan), kerikil pualam (Amman), dan kalium karbonat. Minyak belum ditemukan, dan pabrik pengilangan di Zarqa hanya mengolah minyak yang disalurkan melalui pipa Trans-Arab (TAP-line) yang melintasi negeri ini.
MeskipUn barang tambang langka, aneka macam macam industri telah didirikan di Tepi Timur. Hasilnya meliputi semen, cuka, baja, pupuk, barang-barang elektronik, kuliner ternak, sabun, rokok, dan lainlain.
Jatuhnya Tepi Barat ke tangan Israel merupakan pukulan berat bagi industri pariwisata Yordania, meskipun negeri ini masih mempunyai Petra dan reruntuhan Jarash (Gerasa), peninggalan dari zaman Romawi kuno. Penerimaan dalam bidang pariwisata pada tahun 1985 sekitar US$ 555 juta (wisatawan asing) dan US$ 166 juta (wisatawan domestik).

Semua kota utama Yordania sudah dihubungkan dengan jalan raya yang bagus. Ada pula jalan raya lintas gurun ke Aqaba dan Baghdad di Irak. Jalan raya di negeri ini kini mencapai 6.300 km lebih, di antaranya lebih dari 74 persen sudah diaSpal. Selain itu, negeri ini mempunyai 619 km jalan kereta api. Perusahaan penerbangan Kerajaan Yordania (ALIA) melayani relasi udara internasional dari Amman.

Selain itu terdapat pula penerban gan dalam negeri ke Ma ”an dan Aqaba. Fosfat menyumbangkan hampir 30% dari nilai ekspor Yordania, dan kira-kira 19% dari hasil buah-buahan bersama dengan sayur-sayuran dan ternak. Sekitar 35 persen barang ekspor Yordania dikirim ke negara-negara Arab lain, dan sisanya dikirim ke India dan negara-negara Eropa Timur.

Barang impornya antara lain mesin-mesin, minyak mentah, alat-alat transportasi, besi dan baja, makanan, dan barang-barang konsumsi, diperoleh terutama dari negara-negara Arab lain dan negara-negara MEE. Nilai ekspor Yordania hingga kini masih tetap di bawah nilai impor.

Akibatnya, setiap tahun negeri ini mengalami defisit perdagangan, yang harus ditutupi dengan santunan dan pinjaman dari luar negeri Tetapi defisit 1ni sanggup diimbangi dengan pendapatan dari sektor-sektor ekonomi lain, kiriman dari tenaga kerja di luar negeri, pendapatan dari penanaman modal asing, dan subsidi pemerintah asing.

Baca juga: Sejarah Negara Yaman Utara