Tari Tor Tor Sipitu Cawan Tarian Tradisional Dari Sumatera Utara

Posted on
GambarSeni.Com – Tarian tradisional berikut ini merupakan salah satu jenis tari tor tor yang berasal dari Sumatera Utara. Namanya dalah Tari Tor Tor Sipitu Cawan.

Apakah Tari Tor Tor Sipitu Cawan itu?
Tor Tor Sipitu Cawan yakni salah satu jenis tari tor tor yang berasal dari budaya masyarakat Batak di Sumatera Utara. Tarian ini sedikit berbeda dengan tari tor tor yang sering kita lihat. Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini biasanya dibawakan oleh para penari perempuan dengan membawa beberapa cawan yang ditaruh di bab tubuh sebagai ciri khas dan property menarinya.

Tarian ini tergolong tarian sakral dan hanya ditampilkan di acara-acara tertentu saja. Selain kesakralannya, tarian ini mempunyai gerakan yang sangat unik dan cukup sulit, sehingga tidak sanggup dilakukan oleh sembarang penari. Namun alasannya yakni itulah, Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini tergolong sebagai tarian yang mempunyai nilai seni yang tinggi.

Sejarah Tari Tor Tor Sipitu Cawan

Menurut legenda masyarakat Batak, Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini merupakan tarian yang diturunkan oleh tujuh bidadari dari khayangan ketika mereka berada di sebuah bak jernih di lereng gunung Pusuk Buhit. Dalam budaya masyarakat Batak, tarian ini tergolong tarian yang bersifat sakral sehingga semenjak dulu tarian ini hanya ditampilkan pada acara-acara tertentu menyerupai pengakuan Raja dan program sakral lainnya. Hingga kini hukum tersebut masih ditaati oleh masyarakat Batak, sehingga sangat jarang bagi kita untuk sanggup melihat pertunjukan Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini sewaktu-waktu.

Fungsi Dan Makana Dalam Tari Tor Tor Sipitu Cawan

Tari Tor Tor Sipitu Cawan difungsikan sebagai media pencucian diri maupun daerah tarian itu ditampilkan. Hal ini dikarenakan cawan yang berisi air perasan jeruk purut yang dibawa penari diyakini sanggup membersihkan serta menjauhkan dari hal-hal jelek dan jahat. Oleh alasannya yakni itu juga tarian ini dianggap sakral dan suci sehingga tidak sanggup ditampilkan sembarangan. Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini biasanya hanya ditampilkan pada acara-acara tertentu saja, menyerupai pengakuan raja, ritual adat, dan banyak sekali program suci lainnya.

Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini tentu mempunyai makna serta arti khusus di dalamnya, terutama pada segi gerak dan property yang dipakai untuk menari. Menurut budaya masyarakat Batak, setiap cawan yang dipakai para penari mewakili prinsip hidup masyarakat Batak. Begitu juga setiap gerakan dalam tarian ini juga mempunyai nilai-nilai serta filosofi tersendiri yang mewakili budaya masyarakat di sana.

Pertunjukan Tari Tor Tor Sipitu Cawan

Dalam pertunjukannya, Tari Tor Tor Sipitu Cawan biasanya ditampikan oleh para penari wanita. Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari 5-7 penari, dengan memakai busana khas Batak dan membawa cawan sebagai property menarinya. Cawan sendiri merupakan  homogen wadah menyerupai mangkuk yang nantinya diletakan di bab tubuh para penari ketika menari.

Gerakan dalam Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini sangat unik dan setiap gerakannya tentu mempunyai makna tersendiri di dalamnya. Selain itu tarian ini juga mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Karena ketika menari, penari juga membawa cawan berisi air perasan jeruk purut yang diletakan di atas kepala mereka. Salah satu yang menarik yakni ketika mereka juga meletakkan beberapa cawan di bab pundak, lengan dan bab atas telapak tangan mereka. Sehingga ketika menari mereka juga harus mempertahankan keseimbangan semoga cawan tersebut tidak jatuh.
Gambar : Pertunjukan Tari Tor Tor Sipitu Cawan
Tentunya Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini tidak sanggup dilakukan oleh sembarang penari. Selain diperlukan keterampilan dan latihan yang cukup lama, penari juga harus mempunyai kekuatan dan jiwa yang suci. Hal ini dikarenakan sifatnya yang sakral, sehingga ada beberapa hukum atau pakem dalam melakukannya. Dalam tradisi masyarakat Batak biasanya penerus tarian ini yakni keturunan dari generasi penari sebelumnya.

Pengiring Tari Tor Tor Sipitu Cawan

Tari sipitu cawan biasanya diiringi oleh alat Musik tradisional yang sering disebut dengan Gondang. Musik gondang sendiri merupakan salah satu alat Musik tradisional homogen Gendangyang khas dari Batak. Dalam mengiringi Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini tentu irama yang dimainkan juga harus diubahsuaikan dengan gerakan para penari semoga terihat padu dan selaras.

Kostum Tari Tor Tor Sipitu Cawan

Dalam pertunjukannya, para penari biasanya memakai busana tradisional khas Batak. Para penari biasanya memakai baju menyerupai kemben di bab dalam dan selampangdi kedua sisi pada bab luar. Pada bab bawah penari memakai kain panjang hingga di atas mata kaki dan sabuk dari kain yang diikatkan di pinggang. Sedangkan pada bab kepala memakai epilog kepala khas Batak. Secara keseluruhan busana yang dikenakan para penari bercorak khas Batak.

Perkembangan Tari Tor Tor Sipitu Cawan

Dalam perkembangannya, Tari Tor Tor Sipitu Cawan masih terus dilestarikan hingga sekarang. Tarian ini masih sering ditampilkan di banyak sekali program menyerupai pengakuan raja atau ketua adat, penyambutan tamu terhormat, dan upacara etika lainnya. Selain itu tarian ini kini juga mulai sering ditampilkan di banyak sekali program pertunjukan menyerupai pertunjukan seni, ekspo budaya maupun promosi pariwisata. Hal ini tentu dilakukan sebagai perjuangan pelestarian dan memperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas akan Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini.

Sekian pengenalan wacana “Tari Tor Tor Sipitu Cawan Tarian Tradisional Dari Sumatera Utara”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda wacana kesenian tradisional di Indonesia.


Patut Kamu Baca:
Baca Juga :   Tari Tumatenden Tarian Tradisional Dari Sulawesi Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *