Teknologi Yang Dihasilkan Pada Zaman Paleolitikum / Zaman Batu

Posted on
Jika anda berpikir bahwa teknologi hanya ada pada zaman kini itu “Salah Besar”. Jika anda mempelajari ilmu sejarah dan ilmu pengetahuan alam anda mungkin akan menemukan bahwa nenek moyang kita pun suda mempunyai teknologi tersendiri, meski tak secanggih sekarang.
Berikut saya jabarkan aneka macam alat teknologi masa kemudian dari zaman kerikil renta (Palaeolithikum) hingga zaman logam.

Palaeolithikum (Zaman Batu Tua)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari kerikil yang masih bergairah dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb yaitu :
Kapak Genggam, banyak ditemukan di tempat Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).
Dinamakan kapak genggam, alasannya alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.
Kapak genggam populer juga dengan sebutan kapak perimbas, atau dalam ilmu prasejarah disebut dengan chopper artinya alat penetak.
Pembuatan kapak genggam dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi kerikil hingga menajam dan sisi lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.
Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa.
Fungsi:
– untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah
– untuk menangkap ikan
Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari kerikil Chalcedon,yang sanggup dipakai untuk mengupas makanan.
Fungsi:
-Untuk menguliti binatang buruan
-mengiris daging buruan
-memotong umbi-umbian./buah – buahan
-menangkap ikan

Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)
Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ” Adapun alat-alat tersebut yaitu :
  • Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari kerikil dan mempunyai kegunaan untuk mengupas makanan.
  • Ujung mata panah,
  • batu penggilingan (pipisan),
  • kapak,
  • alat-alat dari tulang dan tanduk rusa.
Baca Juga :   Koperasi Syariah - Pengertian, Landasan, Perbedaan Dengan Koperasi Konvesional Dan Kendala

Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
Tiga bab penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum yaitu bangsa Papua -Melanosoid

Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari kerikil yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
Kapak Persegi, contohnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
Fungsi:
– ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul.
– ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.
Bahan untuk menciptakan kapak tersebut selain dari kerikil biasa, juga dibentuk dari kerikil api/chalcedon. Kemungkinan besar kapak yang terbuat dari Chalcedon hanya dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, azimat atau tAnda kebesaran.
Kapak Bahu, sama menyerupai kapak persegi ,hanya di bab yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak